Logo Jagoan Gadget
Cara merawat baterai HP supaya awet, 7 Cara Merawat Baterai HP supaya Awet di 2023
Tips

7 Cara Merawat Baterai HP supaya Awet di 2023

Cara merawat baterai handphone (HP) supaya awet sebenarnya mudah dan sudah banyak artikel yang membahas hal yang sama di internet. Walaupun demikian, sejumlah orang merasa baterai ponsel ini kuat-kuat saja, sehingga bagi mereka perawatannya tidak terlalu penting.

Namun, pada dasarnya setiap ponsel yang memakai baterai lithium ion, pasti akan ada proses penuaan kimiawi. Di mana proses ini akan terjadi seiring dengan lamanya kamu memakai gawai tersebut, sehingga banyak orang menyebutnya dengan istilah “Bocor”.

Untuk itu, ada sejumlah cara mudah dalam merawat sumber daya ini supaya tidak cepat bocor. Ingin tahu caranya seperti apa? Ikuti saja penjelasan yang ada pada artikel ini sampai tuntas ya!. Ingat, sampai tuntas lho.

Cara merawat baterai HP supaya bisa tahan lama

1. Charge sebelum baterai habis

Pada dasarnya penuaan kimiawi baterai lithium cepat terjadi bila voltasenya berada pada titik terendah. Oleh sebab itu, kamu harus sudah mengisi baterai pada kondisi 25-80 persen. Lakukan hal ini jika kamu ingin bateraimu awet.

Jadi, kamu tidak perlu menunggu hingga gawaimu habis atau dalam kondisi mati untuk melakukan pengisian daya kembali. Usahakan hanya dalam kondisi yang sudah disebutkan di atas saja, kamu sudah menghubungkan gawai dengan sumber listrik.

Pasalnya, frekuensi charging tidak akan dihitung sebagai charging cycle. Hal tersebut karena pengisian dari 20-70 persen hanya akan dihitung sebagai ½ siklus, sedangkan untuk pengisian dari 0-100 persen dihitung sebagai 1 siklus. Oleh karena itu, kamu sering melakukan pengisian daya tidak akan mempengaruhi charging cycle secara langsung.

Baca Juga  Cara Menemukan File Download di Android dengan Mudah

Usia dari baterai lithium umumnya memilikin charging cycle 300-500 kali. Untuk pengukuran secara umumnya kira-kira 2-3 tahun pada pemakaian norma. Nah, cara merawat baterai HP dengan mengisinya dari 25-80 persen ini akan membuat baterai paling tidak bertahan lebih lama.

2. Selalu isi dengan voltase charger yang sama

Misalkan HP-mu dilengkapi dengan fitur pengisian daya cepat, perhatikan voltasenya. Soalnya bila ponselmu menggunakan charging 15 W, kemudian kamu menggantinya dengan charger 45 W, besar kemungkinan HP-mu akan segera minta diganti baterainya.

Hal ini karena fitur pengisian daya cepat bekerja dengan paksaan supaya kapasitasnya cepat penuh. Kondisi ini akan berpengaruh pada suhu yang naik dan kemampuan baterai untuk menyerap daya yang masuk,

Ibaratnya, kamu biasa meminum air putih sehari 2 liter, lalu kamu memaksakan untuk meminum 4 liter sehari, apa yang akan kamu rasakan? Ya, kembung dan tentunya mual-mual bukan? Hal yang sama akan terjadi pada ponsel yang sering diisi ulang dengan kemampuan fast charging yang ada di luar kemampuannya.

Akan tetapi, untuk melakukan pengisian daya cepat yang diluar voltase yang dibutuhkan juga sebenarnya tidak apa-apa. Hanya sesekali misalnya tidak akan mempengaruhi kesehatan baterai.

Baca juga: Cara Memindahkan Foto ke iCloud pada 2023

3. Tidak melakukan pengisian daya semalaman

Kebiasaan para pemilik HP adalah melakukan pengisian daya semalaman. Mereka melakukan ini agar esok harinya ponsel sudah penuh baterainya dan bisa digunakan kembali. Meskipun tujuannya praktis, tapi prakteknya justru akan membawa penyakit untuk baterai HP.

Untuk itu, banyak sekali artikel yang menyebutkan bahwa cara ini perlu dihindarkan demi kesehatan baterai. Pada dasarnya begitu ponsel tercolok dan sudah terisi penuh tetapi tidak dicabut akan mempercepat chemical aging-nya.

Baca Juga  iPhone 16 Pro Max Bakal Punya Kamera Periskop Super Telephoto?

Akan tetapi, sekarang ini sejumlah pabrikan juga sudah menghadirkan teknologi yang canggih, seperti pada iOS yang punya fitur Optimized Battery Charging. Fitur ini akan mengijinkan baterai untuk terisi hingga 80 persen saja, sehingga meskipun tercolok tidak akan ada lagi listrik yang terserap oleh baterai.

Fitur serupa juga terdapa pada HP Android. Namun, penamaannya berbeda tergantung pada pembuat dan juga seri unitnya. Untuk Android yang tidak dilapisi oleh antaramuka seperti pada Google Pixel, tersedia Adaptive Charging yang punya cara kerja sama dengan fitur di iOS.

4. Diamkan ponsel saat mengisi baterai

Cara merawat baterai HP supaya awet berikutnya adalah dengan mendiamkan ponsel saat tengah diisi dayanya. Hal ini untuk menghindari “Parasitic load” atau sebuah proses di mana ponsel tengah dikuras dan diisi bersamaan. 

Seperti saat baterai habis dan melakukan charging, tapi kamu sedang meeting online. Atau misalnya baterai mau habis lalu kamu melakukan pengisian daya, tetapi masih kamu gunakan untuk bermain game.

Adanya kondisi parasitic load tentunya akan mengakibatkan sesuatu yang buruk pada kesehatan batera ponselmu. Hal ini mengganggun charging cycle dan kemudian meyebabkan mini-cycle. Mini Cycle pun bisa mengakibatkan rusaknya komponen bateria dan juga menyebabkan penuaan yang lebih cepat.

Cara paling tepat untuk mengihindari keadaan ini adalah dengan menaruh ponsel yang tengah di-charge. Akan tetapi, hal ini sangat sulit. Apalagi bila kamu merupakan orang yang berkerja dengan koneksi ataupun anak media sosial.

Baca juga: Cara Aktifkan Mode Do Not Disturb di Android & iOS

5. Matikan fitur-fitur yang menyala saat ponsel tidak digunakan

Fitur yang ada pada HP semuanya diciptakan untuk tujuan yang baik. Akan tetapi, ada sejumlah fitur yang tetap menyala meski ponsel tengah diistirahatkan. Tentunya keberadaan fitur ini akan sangat mengganggu kesehatan dari gawai andalanmu.

Baca Juga  iPhone 7 Plus Vs iPhone 8, Bagusan yang Mana?

Fitur-fitur seperti GPS, Bluetooth, serta WIFI, akan selalu aktif saat ponsel tengah diistirahatkan. Aplikasi inilah yang akan menyebabkan bateraimu menjadi terkuras dan habis. Oleh sebab itu, kamu perlu mengeceknya dan mematikan fitur-fitur saat HP akan di-charge atau diistirahatkan.

6. Kurangi tingkat kecerahan layar

Mengurangi tingkat kecerahan layar merupakan salah satu cara merawat baterai HP supaya awet di 2023. Hindari penggunaan kecerahan layar secara otomatis, karena hal tersebut akan membuat konsumsi daya menjadi lebih banyak.

Solusi yang bisa ditempuh adalah penggunaan kecerahan layar dengan pengaturan manual. Jadi, kamu bisa mengatur tingkat kecerahan bergantung pada situasi. Hal ini akan membuat baterai lebih sehat dan juga awet.

7. Usahakan untuk menjaga suhu ponsel

Cara lain untuk merawat baterai HP supaya bisa awet adalah dengan menjaga suhunya. Pasalnya, saat temperatur baterai terlalu panas akan membawa dampak ketahanan baterai semakin berkurang. Tidak hanya itu, daya tampung pun juga semakin menghilang. Hal serupa akan terjadi pada temperatur terlalu rendah.

Adapun suhu ideal untuk melakukan pengisian baterai ada di 25 sampai 40 derajat Celcius. Usahakan kamu untuk mengisi daya pada suhu ruang tersebut untuk menghindari penyakit pada baterai yang digunakan.

Pada dasarnya daya tampung baterai lithium ion bisa berkurang secara drastis saat kondisinya panas. Nah, hal tersebut terjadi saat ponsel sudah terisi 100 persen dan tetap dalam kondisi charging. Dengan begini, baterai bisa berkurang daya tampunya hingga 65 persen.

Baca juga: Cara Menemukan File Download di Android dengan Mudah

Dengan penjelasan tentang cara merawat baterai HP supaya awet di atas, tentunya semua bisa dilakukan dengan mudah. Intinya yang kamu perlukan hanya niat untuk menjaga supauya baterai ponsel lebih tahan lama.

Jadi, gimana gampang kan?